Akhir jaman merupakan satu dari beberapa topik
theologia yang jarang diungkapkan dalam khotbah gereja. Padahal Akhir jaman
merupakan suatu peristiwa yang juga penting bagi kehidupan umat percaya. Akhir
jaman juga menjadi momentum bagi umat percaya sebagai kepastian bahwa Yesus
akan memerintah dan berkuasa dalam kerajaan-Nya yang kekal. Banyak orang salah
mengartikan bahwa akhir jaman belum dimulai, namun ketahuilah Akhir Jaman telah
dimulai sejak masa kedatangan Kristus yang pertama hingga hari ini.
Saya secara pribadi menaruh minat untuk mempelajari
kebenaran Tuhan melalui FirmanNya tentang Akhir Jaman sebab kita harus bersiap
seperti gadis – gadis bijaksana yang mempersiapkan diri dalam menyambut
mempelai, namun sekali lagi hal ini tidak berdampak kepada keselamatan kita,
sebab keselamatan kita hanyalah melalui iman percaya kepada Kristus Yesus.
Kisah akhir jaman akan membuat kita semakin
berhikmat mengenai kebesaran dan kuasa serta karya penyelamatan Tuhan yang
ajaib, karena itu saya secara pribadi mendukung bagi Anda sekalian yang
memiliki ketertarikan untuk tidak hanya sekedar membaca Alkitab tetapi juga
mencoba untuk memahami dalam pendalaman serta pemahaman Alkitab.
Mari siapkan Alkitab Anda, saya menggunakan Alkitab
LAI dan tafsiran Alkitab dalam bahasa Ibrani dan Yunani.
Dan mari sebelum kita memulai bagian ini kita berdoa
agar Tuhan membukakan hikmat yang datang daripadaNya agar kita beroleh
pengetahuan dan dibukakan mengenai masa – masa akhir yang akan terjadi sebelum
kedatanganNya.
1.
Kesusahan Besar (4 Materai Pertama)
Mari kita buka kitab Wahyu 6 : 1 – 8. Pada bagian
ini dikisahkan mengenai “4 Penunggang Kuda” yang akan muncul pada masa akhir.
Saya menggambarkan secara singkat bagian Wahyu 6 :1 – 8, untuk memberi
penjelasan mengenai “4 Penunggang Kuda” yang disebutkan, yaitu sebagai berikut:
- Kuda Putih dengan Panah (busur) dan Mahkota dan merebut kemenangan.
Kuda Putih merepresentasikan Antikristus, kata “Mahkota” yang digunakan di sini berpadanan kata
yang dalam bahasa asli disebut mahkota “Tiara”, yaitu mahkota yang dipakai oleh
Kaisar Romawi pada zaman itu. Kaisar Romawi mengklaim diri sebagai tuhan dan
menuntut rakyatnya untuk menyembah kaisar layaknya tuhan. Ini adalah bentuk
penyesatan besar dimana sang Kuda Putih atau si Antikristus menyatakan diri sebagai tuhan dan ingin disembah.
- Kuda Merah Padam dan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari bumi.
Kuda Merah Padam yang menggenggam sebilah pedang
besar dan mengambil damai sejahtera di seluruh bumi merepresentasikan
peperangan besar. Bangsa bangkit melawan bangsa, kerajaan melawan kerajaan
(Matius 24:7). Kabar dan deru perang akan terdengar dimana-mana dan akan
terjadi suasana yang mencekam dikarenakan kabar tersebut.
- Kuda Hitam dengan timbangan.
Kuda Hitam menggambarkan krisis ekonomi yang
terjadi. Timbangan mewujudkan kegiatan ekonomi. Ada yang menarik pada bagian
ini, yaitu pada Firman, “… secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai
sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu” (Wahyu 6:6). Ini
menarik karena Yohanes menggambarkan keadaan krisis ekonomi yang sangat parah
akan terjadi. Satu dinar merupakan upah buruh sehari kerja, dan secupak gandum
bisa mencukupi kebutuhan makan satu hari. Yohanes mendapatkan penglihatan bahwa
di masa akhir nanti akan muncul istilah “Upah satu hari hanya cukup untuk makan
satu hari” ini merupakan krisis ekonomi terberat yang akan dialami oleh dunia.
- Kuda Hijau Kuning (kuning pucat) bernama Maut, membunuh dengan pedang, kelaparan dan penyakit sampar, serta binatang buas.
Dalam Alkitab LAI dikatakan Hijau Kuning namun dalam
bahasa asli dikatakan warna Kuning Pucat yang merepresentasikan orang yang
terkena penyakit. Pedang disini tidak sama dengan pedang perang pada Kuda
Merah, pedang disini memiliki kuasa untuk membunuh dengan penyakit dan binatang
buas. Mungkin Anda berpikir binatang buas adalah singa, harimau, serigala, dan
lainnya akan menyerang manusia, tetapi binatang buas yang dimaksud dalam kitab
Wahyu ini bukan itu. Ada yang lebih buas dibandng singa, harimau, serigala, dan
lainnya, yaitu virus, bakteri, dan amoeba yang menyebabkan penyakit bahkan
kematian.
Alkitab merupakan pengajaran utuh yang
berkesinambungan dan saling berkaitan, jika ada bagian dalam Alkitab yang
mengajarkan dan memberitahukan kita akan akhir jaman, pasti bagian itu tidak
satu atau dua, melainkan banyak. Perhatikan kesamaan Wahyu 6 : 1 – 7 , Matius
24 : 3 – 14, Zakharia 6 : 1 – 8 ada pokok yang menarik yang dapat kita lihat
dalam tabel berikut
Zakharia 6 :1 – 8
|
Matius 24: 3 – 14
|
Wahyu 6: 1 – 7
|
Kuda Merah
|
Penyesatan
|
Kuda Putih
|
Kuda Hitam
|
Perang
|
Kuda Merah
|
Kuda Putih
|
Kelaparan, Gempa
|
Kuda Hitam
|
Kuda Belang / Loreng
|
Aniaya Awal
|
Kuda Kuning Pucat
|
Sungguh suatu hal yang menarik bahwa dalam nubuatan
nabi Zakharia sama dengan Khotbah Yesus tentang akhir zaman, dan itu pula yang
diungkapkan (diwahyukan) kepada Yohanes dalam kitab Wahyu. Silakan Saudara
memperhatikan, jika ada 2 atau 3 kali bagian yang mengalami pengulangan dalam
Alkitab hal itu menandakan bahwa bagian itu sangat penting. Tuhan memberikan
kita hal untuk direnungkan, bahwa peristiwa yang mengiring kedatangan Tuhan
kali kedua merupakan peristiwa yang maha penting. Hal ini hendaknya membuat
umat percaya mempersiapkan diri lebih sungguh dalam menghidupi iman yang
dimilikinya. Apabila dilihat dalam kitab Zakharia, Khotbah Akhir Zaman Tuhan
Yesus, serta nubuatan akhir zaman dalam kitab Wahyu ada urutan yang berbeda.
Ini yang menarik. Tuhan tidak memberitakan bahwa urutannya seperti ini, atau
kalau sudah ada Antikristus baru akan ada perang tidak. Saya percaya bahwa
Tuhan hendak berbicara kepada kita, bahwa yang penting adalah peristiwa –
peristiwa tersebut pasti akan terjadi dan yang menjadi urutannya hanya urusan
Tuhan. Ingatkah kita disaat Tuhan Yesus sendiri yang berfirman “Tetapi tentang
hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat – malaikat di sorga
tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri. (Matius 24 :36).” Hal ini
menandakan bahwa urut atau tidaknya hanya Bapa yang tahu. Kita hendaknya hidup
dalam ketetapan iman dan takut akan Dia.
Mari kita melihat beberapa poin lanjutan yang
berkaitan dengan pentas akhir zaman.
2.
Kemunculan Antikristus
Mari buka dalam 2 Tesalonika 1 – 12.
Di dalam ayat 1 – 2 dikatakan bahwa kita tidak perlu
gelisah oleh pemberitaan kiamat ataupun akhir jaman yang mungkin dibawakan oleh
pendeta maupun pemberitaan dunia ini. Melalui bagian ini juga Tuhan memberi tahu kepada kita bahwa dunia juga
pasti akan memberitakan dengan heboh mengenai masa akhir itu. Tuhan juga
menegaskan kita harus berhati – hati untuk dalam mendengar pemberitaan akhir
jaman, semua harus melalui hikmat sebab mungkin saja itu “sepertinya” berasal
dari Tuhan, namun ternyata tidak. Bagian ini juga menguatkan kita untuk menanti
dengan harap dan dengan iman.
Setelah kita diteguhkan dan dikuatkan dalam iman.
Ini bagian terpenting.
2:3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang
dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah
datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu
manusia durhaka, yang harus binasa,
Tuhan mengingatkan kita bahwa dalam pemberitaan
jaman akhir itu mungkin banyak kabar yang membingungkan, sehingga Tuhan juga
menegaskan supaya kita jangan memberikan diri untuk disesatkan. (Jadi bila ada orang
yang sesat, bukan karena kesalahan orang lain melainkan karena ia memberi
dirinya terbuka kepada iblis). Selanjutnya dikatakan “… Sebab sebelum Hari itu
…” perhatikan bahwa kata Hari ditulis dengan awalan kapital, Hari disini
mengungkapkan Hari Tuhan (Hari Kedatangan Tuhan / Hari Penghakiman Tuhan). Pada bagian ini sebelum Hari Tuhan datang
harus terjadi dulu Murtad. Murtad yang dimaksudkan disini ialah
kesesatan, siapa yang membawa kesesatan itu? Jawabannya sudah Tuhan nyatakan
dibagian selanjutnya yaitu Manusia Durhaka, dalam hal ini
Antikristus. Jadi Akhir Jaman belum akan terjadi jika Antikristus belum muncul
dan belum dibinasakan.
Kata Manusia
dalam bagian ini memiliki padanan arti yang sama dengan kata anak, pengikut, Anak Manusia,
dll. Sehingga kata Manusia juga
sering diidentikkan dengan Yesus (gelar keilahian Yesus sering disebut dalam Alkitab
ialah Anak Manusia). Penambahan kata Durhaka
menegaskan identitas anak ini, yakni “yang
melawan kehendak Bapa”. Berdasarkan penjelasan tersebut kita dapat melihat
adanya kemiripan arti dari kata Manusia
Durhaka dengan Antikristus. Kristus diartikan sebagai “yang diurapi”, dan dimuliakan sebagai Anak Allah Yang Maha Tinggi, penambahan
kata “Anti” membuatnya bermakna
ganda, yang pertama 1) dia merupakan orang yang tidak menyukai Kristus dan
berbuat hal yang berlainan dengan Kristus; 2) dia merupakan orang yang mencoba
menjadi Kristus (pengganti Kristus). Apabila kita memahami penggunaan kata Antikristus dalam Bahasa Latin yang
diturunkan ke dalam Bahasa Inggirs, kita menemukan arti kata Antikristus yakni, menjadi seperti
Kristus. Hal ini bertentangan dengan Firman yang menyatakan Kristus adalah
Yesus. Antikristus adalah manusia durhaka yang mencoba menggantikan posisi
Kristus di dunia untuk membawa dunia ke dalam kesesatan terhebat yang pernah
ada. Penyesatan Antikristus hanya sebentar saja, karena dia ada untuk
dibinasakan oleh Yesus, serta menjadi momentum berdirinya Kerajaan Kristus.
Lanjutkan ke bagian berikutnya,
2:4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala
yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah
dan mau menyatakan diri sebagai Allah. 2:5 Tidakkah
kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika
aku masih bersama-sama dengan kamu?
Bagian ini lebih menegaskan karakter dan identitas
Antikristus sang Manusia Durhaka. Karakter yang Nampak pada ayat 4 adalah
Antikrisus mencoba menjadi Tuhan. Sebab itulah proyek Iblis sejak manusia
diciptakan. Iblis ingin disembah dan dipuja seperti Tuhan. Iblis ingin
meninggikan dirinya melalui Antikristus.
Perhatikan bagian menarik berikutnya, “...bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau
menyatakan diri sebagai Allah...”. pada bagian ini dituliskan bahwa Manusia Durhaka atau si Antikristus nantinya akan mencoba untuk
duduk di Bait Allah. Anda tentu menelaah ayat ini sesuai denga apa yang
tertulis (menafsir secara langsung). Itu tidak salah, sebab pada masa ini
Israel sudah mempersiapkan diri untuk membangun Bait Suci. Hal ini diungkapkan
secara langsung oleh pihak pemerintah Israel, oleh karenanya mereka
mengekspansi wilayah di Timur Tengah salah satu tujuannya adalah untuk
mempersiapkan pembangunan Bait Allah di Yerusalem. Itu artinya Anda tentu
berpikir demikian “Bait Allah belum
terbangun, berarti Antikristus belum akan datang. Jika Bait Allah sudah mulai
dibangun di Yerusalem, maka itu saatnya kita siap – siap untuk bertobat.”
Pola pikir manusia pada umumnya yaitu masih mau berbuat dosa lebih lama. Namun
saya tidak sependapat dengan Anda.
Sebelumnya mari kita bandingkan kata Bait Allah yang sering digunakan dalam Alkitab.
Ternyata ada beberapa istilah yang digunakan dalam Alkitab baik Perjanjian Lama
maupun Perjanjian baru dalam penyebutan Bait
Allah. Ada dua kata yang sering muncuk dalam bahasa asli dalam penyebutan Bait Allah, yang pertama Hieron dan yang kedua Naos. Perhatikan kata Hieron, kata ini digunakan untuk merujuk
kepada batu, bangunan, tembok, kuil, yang artinya setiap kali dalam Alkitab
digunakan kata Hieron maka yang
dimaksud adalah bangunan atau gedung atau kuil merujuk pada arti Bait Allah secara harafiah. Berbeda
dengan kata Naos, kata Naos merujuk kepada tubuh spiritual,
bangunan tak kasat mata, dan bait Roh (Bait Roh digunakan karena Naos sering diungkapkan sebagai tempat
Maha Kudus Allah). Sehingga Naos
merujuk kepada Bait Allah sebagai
ungkapan kekristenan, sebab orang percaya adalah Bait Roh Allah dimana Roh
Allah tinggal dan berdiam (1 Korintus 3:16, 6:19).
Jika dalam 2 Tesalonika 2:4, Bait Allah yang dimaksud adalah Hieron,
maka asumsi jika kita menunggu pembangunan Bait Suci ketiga yang akan
dilaksanakan Israel patut diperhitungkan sebagai penggenapan Firman Tuhan.
Namun Anda harus tahu, kata Bait Allah
yang digunakan dalam 2 Tesalonika 2:4 adalah Naos. Jadi secara sederhana 2 Tesalonika 2:4 dapat diterjemahkan
sebagai berikut, “ yaitu Antikristus yang hendak meninggikan diri menjadi
Allah, bahkan ia duduk di atas kepala orang
Kristen dan menyatakan diri sebagai Allah atas orang Kristen.”
Banyak argumen dari para penafsir Alkitab yang
berpendapat bahwa Bait Allah yang
dimaksud disini adalah Kuil secara harafiah. Mari kita lihat logika ini sejenak,
Anda tahu arti dari kata Believe, Trust, dan Faith dalam bahasa Indonesia? Ya, jawabannya hanya satu kata yaitu
percaya. Namun perlu diperhatikan kata Believe, Trust, dan Faith memiliki makna
yang berbeda walau arti yang sama dalam bahasa Indonesia. Begitu pula dengan Hieron dan Naos, dua kata ini memiliki arti yang sama yaitu Bait Allah, namun
berbeda dalam makna. Paulus dalam hal ini merupakan orang yang berhikmat tidak
mungkin menggunakan kata secara sembarangan tanpa diberi pengertian dari Tuhan
sendiri, karena itu saya lebih percaya bahwa penafsiran Bait Allah merujuk kepada orang Kristen (Naos, ungkapan kepada gereja Tuhan).
Kita lanjutkan ke bagian selanjutnya.
2:6 Dan sekarang
kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah
ditentukan baginya. 2:7 Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja,
tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu sudah
disingkirkan, 2:8 pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya,
tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan
memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.
Bagian ini juga tak kalah penting, sebab ini adalah
apa yang akan mengawali kemunculan Manusia
Durhaka atau Antikristus tersebut,
dalam ayat 6 dinyatakan bahwa ada sesuatu yang menahan Antikristus untuk muncul ke dunia, kemudian ketika penahan itu sudah disingkirkan, maka Antikristus akan bangkit. Yang menjadi
pertanyaan kita adalah, siapakah si penahan ini? Banyak
tokoh dan penafsir kisah akhir jaman yang menyatakan si penahan ini adalah Roh
Kudus, dengan asumsi bahwa tidak ada satupun pribadi di dunia ini yang sanggup
menahan kuasa gelap selain Roh Kudus yan merupakan pribadi dari Allah
Tritunggal. Jadi ketika Roh Kudus disingkirkan
(saya memberi penekanan pada kata disingkirkan) atau dengan kata lain ketika
Roh Kudus bersama orang percaya sudah di angkat (Repture) maka barulah Antikristus menyatakan dirinya.
Namun saya secara pribadi menolak bahwa pribadi yang
menahan ini adalah Roh Kudus, mengapa? Perhatikan kata yang sudah saya tandai
dengan penekanan sebelumnya disingkirkan.
Kata disingkirkan dalam bahasa asli
menggunakan kata Ginomai, yaitu
sebuah kata kerja yang cukup kasar, yang berarti menjatuhkan dengan keras. Kata
Ginomai diumpamakan seperti penunggang
kuda yang terjatuh dengan keras dari kudanya karena kudanya memberontak,
kemudian setelah jatuh kudanya menginjak – injak penunggangnya. Perhatikan
analogi berikut, jika kita melihat seorang penunggang kuda maka fokus pandangan
kita adalah di penunggangnya, saat penunggangnya jatuh dari kuda fokus kita
masih di penunggangnya, namun ketika kudanya mulai menginjak – injak
penunggangnya barulah fokus kita berubah kepada kudanya. Jatuh dengan keras
kemudian terinjak (Ginomai).
Berdasarkan analogi tersebut saya tidak percaya bahwa penahan tersebut adalah
Roh Kudus, sebab Roh Kudus tidak akan dijatuhkan dan diinjak – injak oleh Antikristus (Kita yakin Roh Kudus yang
merupakan pribadi dari Allah Tritunggal lebih berkuasa, tidak mungkin
dikalahkan oleh kuasa gelap). Hikmat dalam tulisan Paulus sungguh luar biasa
mengajarkan iman yang benar dalam pemahaman dari Allah. Tapi pertanyaan kita
masih belum terjawab, siapakah si penahan ini?
Setelah merenungkan, membaca tafsir dan berdialog
dengan beberapa hamba Tuhan baik secara langsung maupun via media
telekomunikasi, Puji Tuhan, Tuhan membukakan Firman yang bisa menjawab bagian
ini.
Kita buka Wahyu 13:1-8 dan Wahyu 17:1-18.
Dalam Wahyu 13:1-8 dikisahkan mengenai kemunculan
seekor binatang dari laut, binatang ini merepresentasikan sosok Antikristus (saya tidak akan
menjelaskan penafsiran manifestasi dari Antikristus yang tergambar di kitab
Wahyu 13:1 – 8 pada pokok bahasan ini, namun pada penjelasan selanjutnya
“Perwujudan Antikristus Terakhir”). Di dalam kisah ini tergambar jelas
bahwa binatang ini memiliki kuasa yang berasal dari iblis yang
direpresentasikan sebagai “naga” (baca pada penjelasan “Perwujudan Antikristus
Terakhir”), dan disembah oleh seluruh dunia (salah satu agenda pekerjaan Antikristus adalah ingin disembah
layaknya Tuhan, sehingga ia melakukan penyesatan terhebat yang pernah ada).
Perhatikan ciri binatang ini, yakni
bertanduk sepuluh, berkepala tujuh, bermahkota sepuluh, dan tertulis kata –
kata hujat pada kepalanya.
Kita kunci keterangan bahwa Antikristus digambarkan sebagai binatang yang keluar dari laut. Perhatikan juga kata “laut”
digunakan untuk merepresentasikan dunia, artinya adalah binatang ini atau Antikristus
ini akan keluar dari tengah – tengah dunia. Sekali lagi kita kunci keterangan
bahwa Antikristus adalah binatang yang keluar dari dalam laut.
Mari kita membaca Wahyu 17:1 – 18. Kitab Wahyu 17
diberi judul oleh LAI, “Penghakiman atas Babel”. Ada beberapa ayat yang akan
kita gali secara mendalam untuk mengungkap identitas penahan dari Antikristus.
Pada ayat yang pertama, Yohanes diajak oleh malaikat
untuk melihat “Seorang Pelacur Besar,
yang duduk di tempat yang banyak airnya”. (kata air kembali muncul dalam
bagian ini, artinya Pelacur Besar ini
duduk di atas dunia, bisa dikatakan menguasai dunia). Juga diungkapkan
peran Pelacur Besar ini, yaitu
membuat semua raja – raja di bumi mabuk. Istilah mabuk diungkapkan untuk
menggambarkan kondisi “tidak mempedulikan”, “melihat kesenangan semata”. Pelacur Besar ini telah membuat raja –
raja di bumi mabuk dan berpaling dari kebenaran Allah. Lebih lanjut dalam ayat
3, Yohanes diperlihatkan visi penggambaran dari Pelacur Besar ini, yaitu perempuan yang duduk di atas seekor
binatang. Lihat ciri – ciri binatang yang disebutkan, yakni berkepala tujuh dan
bertanduk sepuluh. Apabila kita perhatikan, binatang disini sama dengan binatang
yang digambarkan dalam Wahyu 13:1-8. Persamaannya antara lain:
1)
Berasal dari
dalam air.
dalam Wahyu 13:1-8 jelas dikatakan binatang itu berasal dari dalam air,
namun di dalam Wahyu 17 Yohanes secara tidak langsung mengungkapkan binatang itu juga berasal dari dalam
air, faktanya yang pertama adalah bagian terakhir dari ayat pertama Yohanes
diajak untuk melihat Pelacur Besar
yang duduk di tempat yang banyak airnya, kemudian yang kedua pada ayat yang
ketiga Yohanes diperlihatkan bahwa perempuan itu (Pelacur Besar) duduk di atas seekor binatang, secara analogi jika Pelacur
Besar / Perempuan itu dinyatakan duduk di tempat yang banyak airnya, maka binatang yang didudukinya pastilah duduk
di tempat yang banyak airnya juga.
2)
Bertanduk
sepuluh dan berkepala tujuh
Jelas tergambar dari kedua bagian ini karena sudah
tertulis
Dua persamaan ini dirasa cukup untuk menyatakan
bahwa binatang yang dinyatakan dalam
Wahyu 13:1-8 dan Wahyu 17 adalah satu (pribadi yang sama). Artinya adalah binatang tersebut merupakan Antikristus. Jadi pertanyaan sebelumnya
mengenai penahan sudah terjawab.
Yang menahan Antikristus adalah
perempuan atau Pelacur Besar.
Anda masih ragu dengan satu penjelasan yang
menyatakan bahwa yang menahan Antikristus
untuk muncul adalah Pelacur Besar?
Saya akan berikan penjelasan yang kedua. Ingat, si penahan ini, berdasarkan 2
Tesalonika 2:7 akan Ginomai (akan
jatuh keras dan terinjak – injak). Mari kita perhatikan Wahyu 17:15 – 16.
17:15 Lalu ia
berkata kepadaku, “Semua air yang telah kaulihat, dimana pelacur itu duduk,
adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa. 17:16 Dan kesepuluh
tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu
dan akan membuat dia menjadi sunyi
dan telanjang, dan akan memakan
dagingnya dan membakarnya dengan api.
Perhatikan bagian yang saya garis bawahi. Kesepuluh
tanduk merepresentasikan sepuluh raja dan binatang
adalah Antikristus, mereka akan
membuat perempuan itu menjadi sunyi. Sunyi yang dimaksud disini menggunakan
bahasa Eremoo yang artinya disingkirkan
dengan kejam. Kata Ginomai dan Eremoo memiliki kesamaan makna, yakni
memberi luka atau memberi dampak yang buruk kepada seseorang atau sesuatu.
Ditambah dalam ayat ke 16, binatang
itu akan membakar serta memakan daging dari perempuan ini. Ada kesamaan makna
yang bisa kita simpulkan. Yang pertama, 1) Binatang
atau Antikristus ini akan membuat
perempuan / Pelacur Besar itu akan disingkirkan
dengan kejam, atau menjatuhkan dengan keras, dan yang kedua 2) Binatang atau Antikristus ini akan menginjak – injak, membakar dan memakan daging
wanita ini, yang membuat perempuan / Pelacur
Besar ini jatuh ke dalam penderitaan.
Kesamaan makna antara 2 Tesalonika 2:6- 7 dengan
Wahyu 17:15-16 memberikan saya hikmat bahwa penahan Antikristus
adalah Pelacur Besar. Dengan
terjawabnya pertanyaan bahwa yang menahan Antikristus
adalah Pelacur Besar, kembali membawa
sebuah pertanyaan baru. Siapakah Pelacur Besar ini???
Sebelum saya menjawab pertanyaan ini, saya punya
sebuah cerita seperti ini. Anda adalah orang yang sudah lama hidup di kota,
Anda mengenal budaya kota dengan sangat baik, namun apabila suatu saat Anda
diharuskan untuk pindah ke desa dan harus menghabiskan hidup di sana, maka mau tidak
mau Anda juga harus mempelajari kebiasaan, adat istiadat, peraturan, bahkan
cerita – cerita yang berkembang di masyarakat pedesaan dengan menjalin
sosialisasi dengan masyarakat pedesaan, benar???
Yohanes hidup di lingkungan orang Yahudi dan
menghabiskan hidupnya dengan bergaul dengan orang Yahudi. Ketika ia dibuang di
pulau Patmos, Yohanes mempersempit sosialisasinya hanya dengan beberapa orang
yang mungkin ia jumpai di Pulau tersebut. Pulau Patmos adalah satu dari bagian
barat provinsi Asia Kecil, salah satu wilayah jajahan Romawi. Daerah Pulau
Patmos dikenal sebagi Eusebius, bekas wilayah jajahan Yunani. Sejarah dan
cerita rakyat yang berkembang di sana tidak lepas dari kisah – kisah Yunani.
Maka tidaklah mustahil bagi Yohanes mengetahui beberapa kisah tersebut untuk
dan digunakan untuk menggambarkan pewahyuan yang diterimanya agar mudah
dipahami bagi tujuh jemaat di Asia Kecil (sebab pada mulanya kitab Wahyu
ditujukan kepada tujuh jemaat di Asia Kecil untuk memberikan peneguhan dan
penguatan). Mengapa Yohanes melalukan hal yang demikian? Apabila Anda hidup di
jaman yang tidak memiliki televisi, maka Anda akan menggambarkan televisi
sebagai kotak yang bisa berbicara atau mungkin batu bergambar, benar? Begitupun
Yohanes, ia mendapat visi / pewahyuan ke masa dimana ia tidak berada dan hidup di
sana, maka pastilah Yohanes menggunakan istilah – istilah yang dipahami oleh
orang – orang di jamannya.
Maka beginilah saya akan mencoba menganalogikan
identitas Pelacur Besar. Ada sebuah cerita yang berkembang pada waktu
itu, cerita rakyat dari mitologi Yunani. Cerita ini mengisahkan tentang dewa
Zeus yang jatuh cinta dengan seorang gadis cantik, suatu ketika gadis ini
tengah bersenda gurau dengan teman –temannya di sebuah taman. Melihat hal ini,
Zeus mengubah dirinya menjadi banteng besar yang rupawan dan mendekati kawanan
gadis itu. Melihat ada sebuah banteng rupawan yang mendekati, para gadis itu
mendekat dan mengelus sang banteng, namun tiba – tiba banteng jelmaan Zeus itu
membuat gadis cantik tersebut naik ke atasnya dan berlari ke arah lautan. Di
atas tunggangan banteng jelmaan Zeus tersebut, yang tengah berlari diatas
lautan air, gadis canting tersebut kegirangan. Nama gadis tersebut dalam
mitologi Yunani adalah Europe.
Mungkin analogi ini mengada – ada buat Anda. Perlu
Anda ingat, jikalau Anda membaca tulisan / surat dari orang lain, untuk
memahami apa yang dimaksud penulis maka Anda harus memahami hal – hal yang
terjadi disekitar penulis, misalnya; 1) identitas penulis, 2) waktu penulisan,
3) gaya penulisan, dan lain – lain. Tidaklah mustahil bahwa Yohanes menggunakan
kisah ini, yang pada waktu itu juga kemungkinan beredar di masyarakat Asia
Kecil untuk menggambarkan identitas Pelacur Besar.
Ada satu alasan lagi mengapa saya mempercayai bahwa Pelacur
Besar ini adalah Europe.
Perhatikan Wahyu 17:18 berikut
17:18 Dan
perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah
atas raja – raja di bumi.
Saya memberi penekanan terhadap kata memerintah. Di
dalam bahasa Yunani, kata memerintah mengunakan kata Euristern urb yang artinya menguasai dunia. Dalam ayat ini
dikatakan bahwa Pelacur Besar atau perempuan itu memerintah raja – raja di
bumi, dapat dikatakan bawah Pelacur Besar ini menguasai dunia ini. Kata dasar dari Euristern Urb adalah Europe.
Maka kemungkinan nubuatan tentang perempuan ini merujuk kepada Uni Eropa (Europe Union).
Saya akan menerangkan beberapa fakta – fakta menarik
yang terjadi pada masa sekarang ini tentang Uni Eropa.
1)
Uni Eropa
menggunakan lambang bendera berwarna biru, dengan lingkaran yang tersusun atas
12 bintang segi lima (pentagram).
Perhatikan bahwa warna biru dalam kitab
Wahyu melambangkan bangsa – bangsa, 12 bintang merepresentasikan 12 suku Israel
dan bintang segilima (pentagram) merupakan bintang Salomo. Mengapa bintang
Salomo bintang segilima (pentagram) karena istri Salomo adalah penyembah
berhala, pada jaman sekarang pentagram sering digunakan sebagai simbol setan.
Uni Eropa ditengah proyek besar untuk menguasai dunia, dan memang sekarang Uni
Eropa menjadi yang utama di kancah dunia Internasional, baik dalam hal ekonomi,
budaya, pendidikan, dan aspek – aspek lain.
2)
Motto dari Uni
Eropa adalah Unitiy in Diversity.
Mari buka kitab Daniel 2: 31 – 43. Dalam
kitab ini terdapat sebuah cerita mengenai patung dalam mimpi raja Nebukadnezar.
Konstruksi patung ini terbuat dari bahan – bahan yang berbeda, namun memiliki
makna yang sama. Satu bahan mewakili satu kerajaan besar yang akan datang dan
berkuasa, dapat kita lihat sebagai berikut:
·
Gold (emas) : Kerajaan
Babilonia
·
Silver (perak) : Kerajaan Persia
·
Bronze (tembaga) : Kerajaan Yunani
·
Iron :
Kerajaan Roma 1
·
Iron + clay : Kerajaan
Roma 2
Perhatikan campuran untuk jari – jari
kaki dari patung dalam mimpi Nebukadnezar, jari kaki berjumlah sepuluh sama
seperti raja yang akan bersama Antikristus,
dan campurannya adalah antara besi dan tanah liat. Apakah besi dapat bercampur
dengan tanah liat? Bisa bersatu namun tidak bercampur karena berbeda (Unity in Diversity). Eropa merupakan
kerajaan Roma bagian ke 2 yang akan jatuh sebelum kemunculan Antikristus.
3)
Kantor
sekretariat Uni Eropa di Brussel memiliki konstruksi gedung seperti salib
dipatahkan. (bisa di cek melalui internet)
4)
Di kantor
sekretariat tersebut hanya satu lambang yang diijinkan untuk dipergunakan
sebagai lukisan, hiasan, maupun patung. Lambang ini adalah seorang wanita yang
menaiki seekor binatang.
Anda mungkin beranggapan hal ini adalah suatu
kebetulan, saya pun pernah berpikir seperti itu. Mengapa seolah – olah mereka
menggunakan lambang – lambang atau simbol – simbol yang menjadi nubuatan akhir
jaman. Apa maksudnya? Para petinggi Uni Eropa dalam membangun, membuat simbol
mata uang, menentukan lambang di bendera tidak melakukannya sendiri namun
membutuhkan bantuan seniman, benar? Seniman yang Kristen mengusulkan lambang – lambang
Kristen, namun keputusan terakhir mereka
menolak lambang – lambang berciri khas Kristen dan lebih memilih lambang –
lambang ini dengan ajakan untuk tidak mempercayai apa yang ada di dalam
Alkitab. Secara tidak langsung sebenarnya keputusan mereka juga menjadi
penggenapan dari nubuatan di Alkitab. Jadi dapat kita katakana bahwa Pelacur Besar yang tengah menahan Antikristus untuk muncul adalah Europe. Kembali pada 2
Tesalonika 2:7, sesuai dengan Wahyu 17 maka identitas penahan sudah jelas yaitu Europe.
Secara sederhana, untuk mengidentifikasi Antikristus, kita dapat menggunakan
cara pandang yakni dengan menunggu kejatuhan Europe dan melihat siapa yang “menjatuhkan’-nya. Sedikit
informasi untuk kita semua, bahwa saat ini Europe
sedang bergejolak dengan permasalahan ekonomi. Yunani sudah mengalami krisis
terparah dimana saat ini keuangannya disokong penuh oleh World Bank. Negara
–Negara Rusia mengalami inflasi yang cukup mengkhawatirkan, memancing Rusia
untuk menjual persenjataannya untuk peperangan. Terutama krisis dalam
keagamaan, saat ini banyak gerakan “penghijauan” yang mulai muncul di Europe, sehingga Benua yang
dikatakan sebagai Benua Kristen tersebut saat ini sudah mulai tumbuh dan
berkembang paham – paham dari agama lain, termasuk “Islam”, “Satanic Church”, dll. Uni Eropa sedang bergejolak!
---- Bersambung ----
---- Bersambung ----

Tidak ada komentar:
Posting Komentar